Sale!

Fiqih Makanan Griya Ilmu

Rp70.000 Rp49.000

“Buku Fiqih Makanan adalah buku yang membicarakan masalah makanan dari sudut pandang Islam. Terdapat ungkapan mengatakan, “Siapa Anda adalah apa yang Anda makan. Bagaimana Anda juga apa yang Anda makan.” Makanan demikian penting dalam kehidupan manusia sepanjang masa sehingga dibicarakan oleh semua orang dalam berbagai stratanya. Sejumlah jenis makanan dianjurkan untuk dikonsumsi sedangkan sejumlah lainnya diwanti-wanti agar tidak dikonsumsi baik karena pantangan kesehatan maupun karena pantangan kepercayaan.

Dalam Islam, asupan makanan yang dikonsumsi seorang Muslim tidak hanya harus baik menurut standar higinis (thayyib) melainkan juga baik menurut substansi dan cara memperoelehnya (halal). Selain menjadi prasyarat asupan bagi seorang Muslim, kethayyiban ~alias empat sehat lima sempurna~, ia juga dituntut agar mengkonsumsi yang halal. Sebab, makanan yang secara higinis memenuhi standar ‘empat sehat lima sempurna’ memang dapat menyehatkan tubuh tetapi jika tidak halal baik substansi maupun cara mendapatkannya akan dapat memberi pengaruh pada kemajalan jiwa dan penyimpangan perilaku. Sebagaimana yang akan dibahas dalam bukuh Fiqih Makanan di hadapan anda ini.

“Penulis: Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan

Penerbit: Griya Ilmu”

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kalian benar-benar hanya kepada-Nya menyembah.”

Menikmati karunia berupa makanan halalan thayyiban kemudian dilanjutkan dengan bersyukur menjadi salah satu petanda penyembahan kepada Allah Yang Maha Pemurah. Maka sebagaimana sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, hanya ada dua pilihan: “Setelah yang halal dan thayyib, tidak ada lagi selain yang haram dan buruk.”(Al-Bukhari bab al-Asyribah) Menikmati karunia berupa makanan halalan thayyiban kemudian dilanjutkan dengan bersyukur atas karunia tersebut menjadi salah satu indikasi penyembahan kepada Allah Yang Maha Pemurah. Simak pembahasannya dalam buku Fiqih Makanan ini.

Demikianlah kesempurnaan Islam dalam mengatur kehidupan umatnya hingga pada apa yang dimakannya. Bisa jadi seseorang itu celaka di akherat diakibatkan karena memakan makanan yang haram, dan celaka di dunia karena memakan makanan yang tidak thayyib (tidak baik). Oleh karena itu Islam memerintahkan umatnya untuk makan makanan yang hala dan thayyib. Sebagaimana pembahasannya akan dikupas tuntas dalam buku Fiqih Makanan ini. Selamat membaca!

Dapatkan sekarang juga buku Fiqih Makanan di Pusat Buku Sunnah

Lihat juga buku terkait lainnya dengan judul Fiqih Jenazah atau di daftar buku untuk kategori Fiqih & Fatwa.”