Sale!

Ayah Ditemani Sunyi Aku Merindukanmu Pustaka Muslim

Rp55.000 Rp35.750

“Pengarang: Abu Uyainah As-Sahaby

Penerbit: PUSTAKA MUSLIM

Resensi :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya memerintahkan untuk memuliakan kedudukan seorang ibu. Namun, bukan berarti kita boleh melupakan seseorang yang selalu menyimpan kekhawatiran dalam hatinya, seseorang yang mungkin menyimpan cinta dan kasih sayang yang begitu besar dalam hatinya, hingga ia tak mampu untuk sekedar mengatakan ‘Aku menyayangimu, Nak..’ Seseorang yang dirindukan kebersamaannya di surga nanti.. Ayah.. Ayah.. Ayah..

Anda, seorang ayah yang merindukan buah hati penentram jiwa,

Anda, seorang ibu yang berdoa, semoga pendamping hidupnya mencintai ia dan buah hati penyejuk hatinya sepenuh jiwa.

Anda, seorang anak yang senantiasa berdoa, semoga Allah Ta’ala memberikan kepadanya seorang ayah penuh kasih sayang dan cinta,

Anda, seseorang yang tengah terduduk sendiri menanti hadirnya ayah yang penuh kasih sayang dan cinta dalam kesunyiannya,

Anda, seorang pemuda yang berharap mendapatkan istri yang sholihah penyejuk hati lembut dan kedua mata demi kebahagiaan buah hatinya,

Anda, seorang gadis belia perindu seorang pemuda pujangga hati nan bertaqwa kepada Allah Ta’ala untuk menjadi ayah bagi buah hatinya,

Anda, seorang penulis puitis yang suka menulis kata-kata manis yang sengaja anda lukis untuk seorang ayah tercinta,

Anda, seorang penuntut ilmu yang tengah mencari ilmu agama islam yang shohih ini untuk ia, dia dan keluarga tercintanya,

Anda, seorang pujangga yang berharap cintanya hanya untuk seseorang yang benar-benar mencintainya bukan hanya dari kata-kata

Anda, seorang pemuda yang tengah bingung harus kepada siapakah buah hatinya kelak akan diamanahkan tanpa ada sedikitpun kabut dusta

Anda, pecinta kata-kata puitis dalam selembar kertas putih untuk melembutkan hati dan jiwanya yang tengah berselimut mendung duka

Anda, seorang yang tengah terduduk sendiri berteman sunyi merindukan kepulangan seorang ayah tersayang. lalu terucap seuntai kata dari hati kecilnya, ”ayah, ditemani sunyi aku merindukanmu”.

Buku ini merupakan ungkapan kerinduan penulis kepada ayahnya di kampung halaman. Kemudian diungkapkannya menjadi sebuah tulisan yang siap disajikan kepada para pembaca. Selamat menyelami kerinduan kepada ayah melalui buku ini.”